بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selasa, 08 Januari 2013

Pacaran, SORRY !!

               Pada zaman era gLobaLisasi ini kebanyakan orang tua tidak Lagi memandang penting upaya mencarikan jodoh untuk putra-putrinya. ApaLagi setelah ada istiLah "Siti Nurbaya". bisa-bisa mereka dicap orang tua yang jaduL, kuno, dan tidak modern. Padahal, tentu saja tidak begitu.

Pergaulan yang mulai meluas, pengaruh budaya barat, kebutuhan untuk mencari pasangan, membuat kita mengenal istilah yang bernama "PACARAN". yang diartikan secara umum bermesraan untuk melampiaskan kasih sayang.


          sayangnya lambat laun pacaran menjadi budaya. bahkan biar dianggap "GAUL." Pacaran menjadi salah satu alat dalam pergaulan. kalau tidak pacaran, tidak dianggap anak gaul. Banyak remja yang pusing, stres, dan rendah diri karena belum punya pacar. Apakah memang seperti itu?


Budaya barat semakin mempengaruhi pikiran remaja zaman sekarang. pacaran tidak lagi sekedar mengucapkan kata-kata sayang, berduaan, atau berpegangan tangan. Pacaran sudah diartikan lebih dari itu. Istilah ML (making love) menjadi hal yang lazim. Yang maksudnya adalah berhubungan seks sebagai tanda cinta. Masya ALLAH....
Bahkan adalah hal yang biasa bagi dua orang yang berpacaran untuk melakukannya, apalagi kalau sudah akan menikah. Toh sebentar lagi menikah.

        
       Dimata ALLAH swt, Pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina. Sebab, didalam hubungan yang bernama pacaran itu semua bentuk zina bisa ditemukan. zina hati, zina mata, zina tangan, zina kaki, zina mulut,dan zina yang terbesat, zina farji'(alat kemaluan). sulit sekali berdalih kalau terbebas dari zina-zina itu ketika berpacaran. Tidak mungkin! yang namanya pacaran, terutama kalangan remaja tidak bisa terhindar dari minimal berpegangan tangan. Apalagi remaja zaman sekarang, pegangan tangan saja sudah ketinggalan zaman. Ciuman? ketinggalan Zaman. Yang namnya pacaran tus, seharusnya sudah ML. So jadi tidak bisa menghindar dari dosa ber-Zina ketika sedang PACARAN

pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman. (An-Nur[24]:2 )


Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra [17]:32)

Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al-Mu'minun[23]:7)

Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al-Ma`arij[70]:31)

 قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

رواه البخا ري واه مسلم وابو داود واحمد

dikatakan oleh Abu Hurairah dari nabi shalallahu ‘alihi wassalam : 

ALLAH menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti melakukan hal itu dengan tidak dipungkiri lagi, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, jiwa mengkhayal dan kemaluan yang akan membenarkan itu atau mendustakannya. (sohih bukhori no 6122, sohih muslim no 4801-4802, abu daud no1840. ahmad no 7394, 8006, 8170, 8183, 8243, 8488, 8576, 8963, 9196 dan 10490)

 عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ فِيمَنْ زَنَى وَلَمْ يُحْصَنْ جَلْدَ مِائَةٍ وَتَغْرِيبَ عَامٍ 

رواه البخا ري وا مسلم و التر مذ ي والنساءي وابو داود وابن ما جه وا حمد ولملك وادرم

dari Zaid bin Khalid Al Juhani mengatakan : " aku mendengar Nabi shalallahu ‘alihi wassalam menyuruh menghukum orang yang berzina dan dia belum menikah dengan dera seratus kali dan diasingkan selama setahun. (sohih bukhori no 6329, sohih muslim no 3210, tarmidzi no 1353, nasa'i no 5315 dan 5316, abu daud no 3855, ibn majah no 2539, ahmad 16423, malik no 1293, darimi no 2214)


jawaban dari beberapa teman tentang tujuan pacaran.
*" apa sih sebenarnya tujuan kamu pacaran? apakah kamu pacaran untuk menikah?""

->1. "Pacaran menurut gue simpel, menjalin hubungan antara dua belah pihak. jadi gak semua pengeluaran dtanggung sendri  cowonya. kalau untuk menikah ya gue pengen hubungan gue serius dan ga main-main."
(damar)

->2. "Pacaran itu menurut gue tahap penyesuaian atau pengenalan lebih dalam. jangan sampe udah merit malah kaget. jadi kalo diperjalanan nggak cocok dan udah nggak bisa ditolerir, yah diselesaikan baik-baik." pacaran untuk menikah" ngga juga kok. kalo oreintasinya untuk merit, nanti kita sendiri yang strees, ujung-ujungnya merit karena kepepet umur. kalo emang nggak cocok ya jangan maksa, ntar nyeselnya bisa seumur hidup karena kalo udah merit harus dipertahnkan seumur hidup dan mempertahankan komitmen. bukan cuma sekedar cinta aja".(nicole)

->3. "kalo menurut aku sih tergantung orang yang pacaran itu sendiri. jelas kalo dia ABG pasti cuman have fun doang tapi kalo dia udah dikategorikan dewasa, aku rasamereka pasti menginginkan hubungan yang lebih serius n' tentu saja berharap bakal kejenjang pernikahan". (karina)


sebagian besar responden ternyata menjawab bahwa pacaran belum tentu untuk menikah, apalagi kalau masih ABG. Pacaran bagi ABG cuma buat have fun, ikut-ikutan temen, biar keren, biar gaul, biar bisa pamer, dll. Sama sekali tidak ada niat untuk menikah. Lain kalau pacarannya ketika sudah dewasa baru ditujukan untuk menikah, itu pun belum tentu. kalau tidak cocok ya bubar meskipun tidak cocoknya setelah pacaran 7 tahun? hehe, apa tidak rugi tuh? pacaran lama-lama hanya untuk bubar?















ref: Al-Qur'an AL Hadi|http://www.pusatkajianhadis.com/?q=content/alquran-alhadi
     sohih bukhori (9 kitab hadis) 
     Lingkar pena, taaruf keren-pacaran sorry men:asma nadia

Minggu, 11 November 2012

Khutbah RosuL

   sebagai nabi dan rosuL, sebagai imam dan khotib jum'at, sebagai pemimpin dan panglima, Rasulullah SAW tentunya sering dan kerap berpidato menyampaikan pesan yang memang harus disampaikan. pidato atau khutbah  tersebut jarang terekam secara utuh, kebanyakan  hanya berupa potongan khutbah saja. walhasil keinginan untuk menyampaikan dalam format seperti pidato modern, namun niat itu belum kesampaian.

1. Muqaddimah khutbah





2 Teks Khutbah jum'at








jadi kutbah jum'at RosuL tidak memakan waktu yang banyak. jika diwaktukan seikitar kurang Lebih 15 menit.

3. Peta Letak masjid Al-jum'ah




ref : http://potretnabi.pusatkajianhadis.com/

Senin, 29 Oktober 2012

Maha Suci ALLOH dan segala puji bagiNya ,, Maha suci ALLOH yang Maha Agung

Maha suci ALLOH yang Agung dan segala puji bagiNya
reward : maka akan ditanamkan untuknya sebatang pohon kurma di surga

Maha suci ALLOH dan segala puji bagiNya ,, sebanyak makhluk-makhluknya ,, dan RidoNya ,, dan seberat singgasanaNya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimatnya.
zikir yang niLainya sama dengan zikir selama 2 jam


Minggu, 07 Oktober 2012

Nabi Adam a.s

Penciptaan Nabi Adam a.s


QS. Al-Baqarah [2] : 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ۖ                                                                                                   
Kementrian Agama : 
   Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

QS. 'Ali `Imran [3] : 59

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Kementrian Agama :
     Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

Perintah ALLOH kepada MaLaikat untuk sujud kepada Adam

QS. Al-'A`raf [7] : 11

وَلَقَدْ خَلَقْنَٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ

Kementrian Agama
   Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

QS. Al-'Isra' [17] : 61

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ قَالَ ءَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينا

Kementrian Agama
     Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

QS. Al-Kahf [18] : 50

    
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِۦٓ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِى وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۢ ۚ بِئْسَ                                                              لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلً                                                                                                                                                    ا

Kementrian Agama
     Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

QS. Taha [20] : 116

    
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ

Kementrian Agama
     Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.

Adam ditempatkan di Surga

QS. Al-Baqarah [2] : 35

    
وَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama
    Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

QS. Al-'A`raf [7] : 19

    
وَيَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama
     (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".

Adam meLakukan kesaLahan

QS. Taha [20] : 115

    
وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا

Kementrian Agama
    Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

QS. Taha [20] : 121

    
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

Kementrian Agama
    Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Adam dan Hawa memakan buah KhuLdi

QS. Al-'A`raf [7] : 22

    
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Kementrian Agama
    maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

QS. Taha [20] : 120

    
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ

Kementrian Agama
   Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

QS. Taha [20] : 121

    
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

Kementrian Agama
    Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Adam diturunkan dari Surga

QS. Al-Baqarah [2] : 36

    
فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Kementrian Agama
   Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

QS. Al-Baqarah [2] : 38

    
قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kementrian Agama
     Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

QS. Al-'A`raf [7] : 24

    
قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Kementrian Agama
     Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

QS. Taha [20] : 123

    
قَالَ ٱهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًۢا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

Kementrian Agama
   Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

PenyesaLan dan Doa Adam dan Hawa

QS. Al-Baqarah [2] : 37

    
فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Kementrian Agama
  Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

QS. Al-'A`raf [7] : 23

    
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Kementrian Agama
   Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

QS. Taha [20] : 122

    
ثُمَّ ٱجْتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

Kementrian Agama
     Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Selasa, 02 Oktober 2012

Gambaran Manusia di al-Qur'an:

A. Sifat Dasar Manusia
- Bodoh
- Lemah
- Senang Dengan Dunia
- Kikir
- Tergesa-gesa
- Keluh kesah
- Melawan/ngeyel

Selengkapnya:


Jumat, 31 Agustus 2012

Rumah RosuL & Rumah-rumah Sahabat seputar Masjid

MengenaL Lebih dekat tentang Rumah RosuL. jika nanti duduk bersama rosuL bisa menceritakan rumah rosuL. 






























Jumat, 27 Juli 2012

Rasa Malu Kepada Allah


Ramadan adalah bulan yang tepat sebagai tempat hamba Allah berintrospeksi. Muhasabah kualitas hubungan dirinya secara vertikal kepada Allah dan horisontal kepada sesama manusia.

Puasa Ramadan mendidik setiap hamba Allah agar memiliki rasa malu di hadapan Allah sebagai manifestasi dari karakter muraqabatullah (pengawasan Allah yang melekat) yang menyebabkan dia sanggup meninggalkan hal-hal yang dibolehkan karena untuk tujuan menghindari hal-hal yang diharamkan oleh-Nya.

Tanpa rasa malu terhadap Allah yang cukup kuat, seseorang akan melakukan apa pun yang haram karena sudah tidak peduli lagi dengan kriteria halal-haram yang digariskan oleh Allah.

Agaknya krisis demi krisis yang dialami bangsa kita saat ini berpangkal dari hilangnya rasa malu. Rasulullah jauh hari menyatakan, “Jika kamu tak lagi punya rasa malu, kerjakanlah apa yang kamu suka!”



Artinya segala bentuk kemunkaran yang kita saksikan mulai dari budaya permisif, seks bebas, tawuran, perselingkuhan, tarian erotis, pesta miras, konsumsi narkoba, korupsi, illegal loging, jual beli putusan hakim, kampanye kondomisasi remaja, suap dan success fee untuk memenangkan tender/proyek, hingga uang pajak yang ditilap, akibat rasa malu yang terkikis dan menghilang dari diri semua lapisan bangsa ini.

Apapun bisa dilakukan. Hukum bisa dibeli, moral dan norma agama bisa dilanggar, amanah dari rakyat bisa dikhianati, gaji dan tunjangan yang besar tak lagi dirasa cukup, kehormatan dan harga diri dijual. Itu semua karena bangsa kita mengalami defisit rasa malu. Tidak ada malu lagi kepada norma agama dan hukum, tidak malu terhadap rakyat, terlebih lagi lenyapnya rasa malu di hadapan Allah ta’ala .



Wajar kalau Rasulullah menekankan arti rasa malu yang benar untuk membangun karakter diri dan bangsa. Dari sahabat Abdullah ibnu Mas’ud, Rasulullah saw bersabda,“Malulah kalian kepada Allah dengan rasa malu sebenarnya!”, lalu para sahabat berkata,“Wahai Rasul sungguh kami masih punya rasa malu Alhamdulillah”. Nabi bersabda, “Bukan itu yang aku maksudkan, namun rasa malu kepada Allah yang benar adalah dengan cara engkau pelihara kepalamu dan semua yang diserap, engkau pelihara perutmu dan semua yang masuk, ingatlah mati dan keadaanmu yang akan jadi tulang belulang, lalu tinggalkan hiasan dunia untuk menjamin kesenangan akhirat! Jika telah melakukan itu semua, baru orang tersebut telah merasa malu yang benar terhadap Allah”. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan al-Hakim)

Rasa malu bukan sekedar risih saat aurat kita dilihat oleh orang lain. Rasa malu yang benar menurut nabi, harus direhabilitasi pangkal persoalannya.

Penyebab hilangnya rasa malu karena kita tidak sanggup memelihara penglihatan, penciuman, pendengaran dan pengucapan kita. Mata, hidung, telinga dan lisan kita umbar untuk penuhi syahwat picisan.



Begitu pula rasa malu lenyap, hingga timbul beragam kemunkaran, karena kita tak mampu kendalikan perut yang tak pernah kenyang dan puas. Perut yang dikendalikan syahwat dan tak ada rasa malu, bukan hanya memakan nasi dan lauk pauk secukupnya, tapi bisa menelan batu, pasir, semen, besi dalam jumlah besar hingga banyak infrastruktur dan fasilitas publik yang cepat hancur karena kualitas rendah. Pepatah bilang, satu 'bajing' cukup makan satu buah kelapa, tapi satu (maaf) 'bajingan' tak cukup makan sepuluh ribu pohon kelapa.

Itu semua akibat perut manusia yang tak pernah "dipuasakan" agar disapih dari cinta dunia (hubbu dunya) atau mungkin tiap tahun puasa dan rayakan hari fitri tapi nilai shiyam dan fitrah tak pernah tertancap dalam hatinya akibat budaya puasa-puasa an.

Akibat tidak ingat kematian dan resiko siksa (di kubur maupun akhirat), rasa malu akan sirna. Nabi telah mewanti-wanti kita agar ingat mati, “Perbanyaklah oleh kalian mengingat sang pemutus segala kelezatan dunia, yaitu kematian!”. Orang bijak (al-kayyis), menurut nabi, adalah orang yang berhati-hati dan beramal untuk persiapan hidup setelah mati (man dana nafsahu wa 'amila lima ba'da almawt).

Sayangnya, banyak manusia yang terpedaya, rela mengorbankan kesenangan akhirat yang abadi dan sempurna, dan menukarnya dengan kesenangan hidup duniawi yang fana dan palsu. Padahal, kata nabi, harta hakiki seorang manusia cuma pakaian yang akan lusuh, makanan yang akan hancur, sedekah yang akan ia petik pahalanya. Selebihnya musnah atau jadi hak milik ahli warisnya kelak (HR. Muslim)

Semoga Allah kuatkan tekad kita untuk puasa sungguhan agar takwa mewujud dalam keseharian kita sehingga keberkahan hidup pun akan muncul dari langit dan bumi. Sebagaimana janji Allah dalam surah Al-A'raf: 96. Allahumma Amin


Fahmi SaLim MA