بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selasa, 10 Juli 2012

Awal Ramadhan dan Syawal 1433 H di Indonesia



Tahun 1433 H atau 2012 ini akan menjadi perhatian yang cukup serius ketika ummat Islam Indonesia akan memasuki bulan suci Ramadhan, karena secara hisab awal Ramadhan 1433 H akan ada beda antara kriteria Imkan Rukyah dan Hisab hakiki, atau tenarnya antara Hisab vs Rukyat. Hisab akan memulai Ramadhan lebih dahulu ketimbang Rukyat.
HILAL PENUTUP ROJAB 1433 H:
Untuk menentukan kapan awal Ramadhan, mari kita awali dari penentuan tgl 1 Sya’ban 1433 H. Dan untuk memastikan permulaan Sya’ban, saya mencoba melakukan observasi terhadap Bulan penutup Rojab 1433 H. Kegiatan ini tidak jamak dilakukan, namun bagi saya ini hobi saja, namun secara sains juga bisa dimanfaatkan untuk memahami makna Yaasiin:39, “the waning crescent marks the end of Rajab – Urjunil Qadim (Quran 36: 39)“.
Hasil dari observasi terhadap Hilal Akhir Rojab, adalah sebagai berikut:
Hilal Penutup bulan Rojab 1433 H
Hilal Penutup bulan Rojab 1433 H
Cahaya Bumi, pada gambar di atas terlihat dari bentuk bulat Bulan di atas sabit hilal itu adalah cahaya Matahari yg dipantulkan Bumi menuju ke permukaan Bulan, yg akhirnya kita lihat lagi dari Bumi//
Hilal di atas termati pada Senin 18 Juni 2012 selepas Shubuh. Dan pada 19 Juni 2012, Hilal yg sama sudah tidak bisa diamati lagi, dus malamnya akan terjadi Konjungsi atau Ijtimak akhir Rojab 1433 H pada jam 22:03 WIB.
Karena Ijtimak terjadi pada malam hari, maka pada sore-petangnya (maghrib, 19 Juni 2012) hilal masih negatif karena usianya masih -4 jam 33 menit.
HILAL PEMBUKA SYA’BAN 1433 H:
Bulan baru astronomis untuk Sya’ban terjadi pada tanggal 19 Juni 2012, jam 15:02 UT (Selasa, 19 Juni 2012, jam 22:03 WIB).
Visibiltas Hilal:
Hampir semua wilayah dunia tidak akan ada yang bisa menyaksikan munculnya bulan sabit baru pada petang hari tanggal 19 Juni 2012. Baru pada keesokan harinya: Rabu, 20 Juni 2012 (maghrib) bulan sabit akan lebih mudah dilihat.
http://hilal.kominfo.go.id/?q=system/files/peta%20hilal%20sya%27ban.gif
Untuk wilayah Indonesia dan sekitarnya, perlu bantuan alat-alat optis untuk bisa menemukan hilal bulan Sya’ban ini, karena Indonesia berada di warna abu-abu.
Foto Hilal Sya’ban 1433 H:
Pengamatan yg punya peluang melihatnya adalah pada Rabu, 20 juni 2012. Namun di Indonesia cuaca kurang mendukung, Solo mendung. Ada yang berhasil melihat yakni di Kudus. Kudus Astro Club berhasil melihat dan mengabadikannya.
Hilal 1 Sya’ban 1433 H terlihat dari Kudus, dan berhasil diabadikannya dalam foto dan video times-laps.
http://blogcasa.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif?m=1207340914g
Hilal 1 Syaban 1433 H
Hilal 1 Syaban 1433 H dari Kudus
Hilal 1 Syaban 1433 H dari Tanzania
Hilal 1 Syaban 1433 H dari Tanzania
Hilal 2 Syaban 1433 H
Hilal 2 Syaban 1433 H dari Juwiring-Klaten
Hisab-Rukyat: Sepakat Awal Sya’ban
Secara Hisab dan Rukyat, ada kesepakatan dalam mengawali bulan Sya’ban 1433 H ini. Awal Syaban di Indonesia dimulai secara serempak yakni pada Kamis, 21 Juni 2012. Tanggal 15 Syaban 1433 H akan jatuh pada  Kamis, 4 Juli 2012 selepas maghrib sampai Jum’at, 5 Juli 2012 menjelang maghrib.
HISAB-RUKYAT ->  1 Syaban 1433 H = 21 Juni 2012 M
Hisab-Rukyat: Beda Akhir Sya’ban
Secara Hisab dan Rukyat, akhirnya harus berbeda dalam mengakhiri bulan Sya’ban 1433 H ini. Akhir Sya’ban 1433 H di Indonesia diakhiri secara HISAB pada Kamis, 19 Juli 2012 – saat maghrib. Sementara secara Rukyah, Akhir Sya’ban 1433 H akan jatuh pada Jum’at, 20 Juli 2012 -saat maghrib.
HISAB -> 29 Sya’ban 1433 H =  19 Juli 2012 M
RUKYAT ->  30 Sya’ban 1433 H = 20 Juli 2012 M
KAPAN RAMADHAN 1433 H ?
Awal Ramadhan 1433 H – HISAB:
Dari perbedaan akhir Sya’ban 1433 H di atas, maka awal Ramadhan 1433 H sudah dapat diprediksi akan berBEDA.
Secara Hisab, konjungsi atau ijtimak akhir Sya’ban 1433 H akan jatuh pada Kamis 19 Juli 2012 jam 11:25 WIB. Maka awal Ramadhan 1433 H akan jatuh pada Jum’at 20 Juli 2012, karena perhitungan ilmu falak kontemporer, Hilal pada sore hari Kamis 19 Juli 2012 sudah positif di seluruh wilayah Indonesia.
Ormas yang menggunakan kriteria HISAB ini akan memulai berpuasa pada Jum’at , 20 Juli 2012.
Awal Ramadhan 1433 H – Rukyat: -Istikmal Sya’ban 1433 H-
Dari pelabuhan Ratu:  Hilal pada Kamis 19 Juli 2012 baru setinggi 1,5 derajat. Meski elongasi di atas 4 derajat, namun karena usia juga baru 6,5 jam ; maka dipastikan secara Imkan Rukyah juga mustahil terlihat/ terpenuhi. Sehingga sore harinya, atau esok harinya Jum’at 20 Juli 2012 masih masuk bulan Sya’ban 1433 H alias Istikmal untuk Sya’ban 1433 H.
Sehingga, Pemerintah RI yang menggunakan kriteria Imkan Rukyah dan ormas yang menggunakan kriteria Rukyat akan mulai berpuasa pada Sabtu, 21 juli 2012.
Simulasi Visibiltas Hilal dari Surakarta, pada hari pertama Rukyah (hari konjungsi/ijtimak):
Visibiltas Hilal Ramadhan 1433 H, 19 Juli 2012
Visibiltas Hilal Ramadhan 1433 H, 19 Juli 2012
KESIMPULAN RAMADHAN 1433 H:
HISAB –> 1 Ramadhan 1433 H = Jum’at, 20 Juli 2012 M
RUKYAH –> 1 Ramadhan 1433 H = Sabtu, 21 Juli 2012 M
Sebagai warga negara, saya menunggu Keputusan Sidang Itsbat Pemerintah RI, pada Kamis 19 Juli 2012 selepas Maghrib atau Isyaa… Insya Allah…
AWAL SYAWWAL 1433 H: –>Start BEDA-Finish SAMA
===========================================
Inilah yg akan terjadi selama 3 tahun ke depan, 2012 s/d 2014. Permulaan Ramadhan akan berbeda antara Hisab dan Rukyah. Namun akan selalu bersama dalam mengakhiri Ramadhan dan mengawali Syawwal:
HISAB –> 1 Syawwal 1433 H = Ahad, 19 Agustus 2012 M
RUKYAH –> 1 Syawwal 1433 H = Ahad, 19 Agustus 2012 M
HISAB berpuasa selama 30 hari. Rukyah berpuasa selama 29 hari. Rasulullah SAW berpuasa, pernah 29 hari juga pernah 30 hari.
Mengapa bisa?
Karena seperti pada bulan Rajab masuk ke Sya’ban. Posisi Hilal masihNegatif di hari Konjungsi/Ijtimak.
Tetap jaga ukhuwwah karena kita sama2 menuju surga-Nya…
Ditulis Oleh: 
AR Sugeng Riyadi (Pak AR)
Tinggal di Klaten (Bendo Ketitang Juwiring)
Dinas di Solo (MA PPMI Assalaam)
Staf Pengajar IPA Fisika
Ref :

Senin, 04 Juni 2012

Ringkasan tahun Pernikahan RosuL


Lebih dekat mengenaL RosuL










seteLah mengetahui ringkasan pernikahan rosuL timbul rasa berkeinginan untuk mengikutinya, ternyata rosuL nikah di awaL usia 25tahun. istrinya ada 11. buLannya sya'ban, muharram, syawaL,,,
ada juga Latar beLakangnya. subhanauLLoh ....
http://potretnabi.pusatkajianhadis.com/

Sabtu, 19 Mei 2012

RosuLuLLoh SAW menyukai keju

makanan yang disukai RosuL diantaranya :



penasaran sama keju ?
memangnya dahuLu zaman RosuL keju sudah ada ?



terjawab sudah, ternyata memang ada riwayat yang mengatakan bahwa RosuL pernah memakan keju.
ya waLaupun tidak rutin memakan keju setidaknya mengambil batas standar aja, a piece of cheese.

berharap dan terus berusaha semoga diberikan kesempatan untuk istiqomah dalam mengikuti apa yang  diLakukan RosuL. Amiiin

http://potretnabi.pusatkajianhadis.com/
http://www.pusatkajianhadis.com/?q=content/cd-potret-pribadi-dan-kehidupan-rasullulah-saw

Rabu, 16 Mei 2012

RosuLuLLoh SAW juga mempunyai minuman Kesukaan


RosuL juga mempunyai minuman kesukaan.
banyak orang yang tidak tahu kaLau RosuLLoh SAW juga minum susu. itu bisa diLihat dari hadis yang meriwayatkannya.


waLaupun dalam riwayat tidak dijelaskan berapa kaLi sehari rosuL minum susu, namun alangkah baiknya dalam1 hari minum 250miL.


ternyata ada doanya setelah minum susu. semoga aja bisa istiqomah dalam minum susu....

Ref:
http://potretnabi.pusatkajianhadis.com/
http://pusatkajianhadis.com/?q=content/cd-potret-pribadi-dan-kehidupan-rasullulah-saw

Minggu, 13 Mei 2012

Minggu, 01 April 2012

Buku 40 Hadis Keutamaan Dzikir & Berdzikir


             Begitu pentingnya dzikir dalam kehidupan manusia, menjadikan manusia harus mengetahui, menyadari, memahami dan melakukannya dalam keseharian hidup mereka. Idealnya, tidak ada hari tanpa dzikir, tiada amal tanpa dzikir, tiada langkah tanpa dzikir, tiada jam tanpa dzikir, tiada menit tanpa dzikir.
             Menyadari akan hal ini, penulis mencoba untuk mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah saw yang berkaitan dengan dzikir, anjuran, keutamaan dan lafazlafaz dzikir sendiri, lalu menyusunnya berdasarkan pentingnya, maknanya dan alurnya. Semuanya berjumlah empat puluh hadis, mengingat jumlah itu jumlah yang sudah memadai untuk diketahui dan diamalkan, terlebih lagi, dengan jumlah yang hanya empat puluh, buat pembaca pemula, tidak menimbulkan perasaan berat dan terbebani.
              Untuk susunannya, penulis sengaja menulisnya bukan dalam bentuk susunan hizb atau wirid atau Ratib, akan tetapi hanya berupa teks asal yang bersumber dari hadis-hadis Rasulullah saw. Langkah yang penulis lakukan adalah memulainya dari mencari hadishadis yang berkaitan dengan dzikir, lalu memilih dan menyusunnya, kemudian hadis-hadis tersebut ditakhrij sesuai dengan kaedah disiplin ilmu Hadis. Dengan demikian, otentisitas hadis-hadisnya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, terlebih lagi seputar masalah pahala yang dijanjikan dari amalan dzikir tertentu. Dalam tehnik penulisannya, teks dzikir atau wirid itu sendiri dibedakan tulisannya pada setiap hadis, lalu di akhir buku, hadis-hadis tersebut diringkas dalam bentuk wirid yang tersusun. Karena itu, disarankan bagi para pembaca untuk membaca teks hadisnya secara lengkap terlebih dahulu, baru kemudian membaca indeksnya untuk diamalkan. Dengan demikian diharapkan pembaca dapat mengetahui sumber dan manfaat dari membaca dzikir-dzikir tertentu yang diajarkan dalam buku ini.
                 Buku ini diperuntukkan untuk ummat Islam secara umum, dari semua kalangan dan usia serta cocok untuk semua jenjang pendidikan. Karena itu, punulisannya dibuat sederhana agar mudah dan enak dibaca, serta terarah. Semoga nawaitu penulis untuk menjadikan amalan ini memasyarakat dapat terkabul, dan dampak dari dzikir itu akan dinikmati oleh kita, agar kita semua mencintai dan dicintai Allah swt, mencintai Rasulullah saw dan dicintai baginda.